Und 540 Bimtek Silon Klik di sini SE 1299 Pengusulan PNS Dpk klik di sini Update Parpol Mendaftar Klik di sini Und SE 1166 Lap Website klik di sini 

Pesan Dari Jogja, Pemilu Harus Menyenangkan

Tanggal : 06 Oct 2017 00:25:57 • Penulis : admin • Dibaca : 811 x


Yogyakarta, kpu.go.id - Peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemiliham umum membutuhkan ide-ide segar dan kreatif. Ini penting agar kesan yang muncul dalam persepsi publik tentang pemilu adalah sesuatu yang asyik dan menyenangkan. 

Demikian pesan penting dari Pembukaan Konsolidasi Nasional Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat yang digelar di Yogyakarta Kamis malam (5/10). Hadir dalam pembukaan rapat konsolidasi nasional tersebut Ketua KPU RI Arief Budiman dan para anggota KPU RI, Evi Novida Ginting Manik, Wahyu Setiawan dan Hasyim Asyari serta Pimpinan Komisi 2 DPR, Zainudin Amali, Ketua Komisi 2 dan Wakil Ketua Komisi 2, Fandi Utomo. 

Rapat konsolidasi nasional peningkatan partisipasi masyarakat melibatkan KPU Provinsi se Indonesia dari divisi sosialisasi dan pendidikan pemilih. Rapat tersebut bertujuan untuk mematangkan konsep, strategi dan metode pendidikan pemilih berbasis keluarga dan berbasis warga internet atau netizen. 

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan KPU tengah menyusun strategi baru untuk peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Salah satunya dengan mengusung strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga.

"Di KPU selalu ada hal yang baru. Ada ide-ide kreatif untuk memperbaiki kualitas pemilu kita, termasuk dalam peningkatan partisipasi masyarakat. Jadi kita selalu berupaya membuat catatan yang lebih baik untuk dikenang oleh generasi mendatang," ujarnya.

Arief menegaskan penting bagi semua penyelenggara untuk meninggalkan warisan yang baik di KPU. Salah satu bentuk warisan yang dapat dikontribusikan adalah model sosialisasi dan pendidikan pemilih yang ideal untuk mengenalkan pemilu dengan baik dan menyenangkan kepada masyarakat. 

Ketua Komisi 2 DPR RI Zainudin Amali juga berpandangan serupa. Menurutnya kreativitas KPU dituntut untuk menggugah masyarakat agar berpartisipasi dalam pemilu. "Selama ini masyarakat merasa tidak punya kepentingan dengan pemilu. Bagi masyarakat, pemilu adalah sesuatu yang rumit dan membebani. Ini yang harus diubah agar mereka mengikuti pemilu dengan senang dan gembira," ujarnya.

KPU perlu merancang kerja sama dengan semua stakeholders pemilu dalam kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Salah satunya dengan media massa untuk kebutuhan pembentukan opini publik. "Komunikasi dengan media harus disiapkan betul agar kesan pemilu yang muncul di benak masyarakat adalah sesuatu yang enak dan enjoy. Akhir-akhir ini yang muncul di media justeru kerumitan dalam pemberian dan penghitungan suara di TPS. Ini dapat membuat mereka malas datang ke TPS," ujarnya.
Zainudin menyarankan agar sosialisasi dan pendidikan pemilih efektif, KPU sebaiknya fokus pada hal-hal baru dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2019. "Pastikan masyarakat memahami secara utuh bagaimana pemilu serentak itu dilaksanakan," katanya.

Bicara tentang partisipasi masyarakat dalam pemilu, salah satunya diukur dengan kehadiran mereka dalam memberikan suara di TPS. Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional telah menetapkan target partisipasi sebesar 77,5 persen. Angka ini menjadi batasan minimal yang harus dicapai pada pemilu 2019 untuk menguatkan legitimasi proses dan hasil pemilu. 

Kepala Biro Teknis dan Hupmas KPU RI Nur Syarifah mengatakan untuk mencapai target RPJMN tersebut maka sosialisasi dan pendidikan pemilih harus dilakukan secara intensif, massif dan terintegrasi. "Cara-cara yang sporadis dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih harus diubah dengan cara yang lebih terkonsolidasi," ujarnya. (gd/red. Foto KPU/ieam/humas)

 


Post Terkait

Statistik Pengunjung
Link KPU Daerah
KIP Aceh
http://kip.acehprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Utara
http://kpud-sumutprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatra Barat
http://sumbar.kpu.go.id/
KPU Provinsi Riau
http://kpu-riauprov.go.id/
KPU Provinsi Sumatera Selatan
http://sumsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Lampung
http://www.kpud-lampungprov.go.id/
KPU Provinsi Kep. Babel
http://kpu-babelprov.go.id/
KPU Provinsi Kepri
http://kepri.kpu.go.id/
KPU DKI Jakarta
http://kpujakarta.go.id
KPU Provinsi Jawa Barat
http://jabar.kpu.go.id/
KPU Provinsi Jawa Tengah
http://kpu-jatengprov.go.id/
KPU Provinsi Jawa Timur
http://www.kpujatim.go.id/
KPU Provinsi Banten
http://kpu-bantenprov.go.id/
KPU Provinsi Bali
http://bali.kpu.go.id/
KPU Provinsi NTB
http://kpud-ntbprov.go.id/
KPU Provinsi NTT
http://www.kpud-nttprov.go.id/
KPU Provinsi Kalbar
http://kalbar.kpu.go.id/depan
KPU Provinsi Kalteng
http://kpu-kaltengprov.go.id/
KPU Provinsi Kalsel
http://kpu-kalselprov.go.id/
KPU Provinsi Kaltim
http://kaltim.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tenggara
http://kpud-sultraprov.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Tengah
http://www.kpu-sultengprov.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Selatan
http://sulsel.kpu.go.id/
KPU Provinsi Sulawesi Utara
http://www.kpu-sulutprov.go.id/
KPU Provinsi Gorontalo
http://kpu-gorontaloprov.go.id//
KPU Provinsi Sulawesi Barat
http://kpu-sulbarprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku
http://kpu-malukuprov.go.id/
KPU Provinsi Maluku Utara
http://www.kpu-malutprov.go.id/
KPU DIY
http://diy.kpu.go.id/
KPU Provinsi Bengkulu
http://www.kpu-bengkuluprov.go.id
KPU Provinsi Jambi
http://kpud-jambiprov.go.id/
KPU Provinsi Papua Barat
http://kpu-papuabaratprov.go.id/
KPU Provinsi Papua
http://kpu-papuaprov.go.id/
KPU Provinsi Kalimantan Utara
https://kaltaraprov.kpu.go.id/index.php

Selengkapnya...